Ahli Gizi dan Tenaga Farmasi STIKes KHAS Kempek: Garda Terdepan Program Prioritas Kesehatan Presiden

Oleh: Ahmad Ashif Shofiyullah, M.Hum (Wakil Ketua II STIKes KHAS Kempek Cirebon)

Kesehatan adalah fondasi kemandirian bangsa. Tidak ada ekonomi yang tangguh tanpa rakyat yang sehat, dan tidak ada rakyat yang sehat tanpa sistem pendidikan dan pelayanan kesehatan yang kuat. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menempatkan peningkatan kualitas kesehatan sebagai salah satu dari delapan agenda prioritas nasional. Arah kebijakan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun manusia Indonesia yang sehat, produktif, dan sejahtera.

Program-program yang diusung, seperti perluasan akses Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), percepatan penurunan stunting, bantuan gizi untuk ibu hamil dan balita, revitalisasi fasilitas kesehatan, hingga pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG), menegaskan bahwa kesehatan bukan hanya urusan klinis, melainkan juga sosial dan kultural. Di sinilah peran perguruan tinggi kesehatan menjadi sangat penting, termasuk STIKes KHAS Kempek Cirebon, yang berdiri di bawah naungan Yayasan KHAS Kempek, salah satu pondok pesantren tertua di Cirebon yang dikenal adaptif terhadap perkembangan zaman.

Lahir dari rahim pesantren, STIKes KHAS Kempek membawa semangat integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai moral. Langkah pesantren mendirikan perguruan tinggi kesehatan bukan sekadar ekspansi kelembagaan, tetapi bentuk konkret kesadaran bahwa menjaga kesehatan masyarakat adalah bagian dari amar ma’ruf nahi munkar. Di tengah perubahan sosial yang cepat, pesantren tidak tinggal diam. Ia ikut menjawab tantangan zaman dengan menyiapkan generasi ahli kesehatan yang berilmu, berakhlak, dan berjiwa pengabdian.

Dengan Motto Knowledge in Health, Applied with Spirituality, lulusan Program Studi Gizi STIKes KHAS Kempek kini menjadi salah satu ujung tombak keberhasilan program prioritas pemerintah, terutama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dan penurunan stunting. Mereka bukan hanya ahli dalam menghitung kalori dan merancang menu, tetapi juga memahami konteks sosial dan budaya masyarakat tempat mereka mengabdi. Ahli gizi bukan sekadar penyusun menu, melainkan arsitek keseimbangan hidup yang menentukan kualitas generasi masa depan. Program “Pojok Stunting” yang telah dijalankan di berbagai kecamatan di Kabupaten Cirebon adalah contoh konkret bagaimana keilmuan gizi dipadukan dengan pengabdian sosial. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dan dosen turun langsung mendampingi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita berisiko gizi buruk. Mereka tidak hanya memberi edukasi, tetapi juga menghadirkan empati.

Di sisi lain, Program Studi Farmasi STIKes KHAS Kempek juga berperan penting dalam memperkuat sistem kesehatan nasional. Lulusan farmasi kami dibekali kompetensi dalam pengelolaan obat, formulasi sediaan farmasi, serta edukasi penggunaan obat yang aman dan rasional. Dalam konteks penguatan layanan kesehatan primer—yang menjadi fokus pemerintah—peran tenaga farmasi tidak kalah strategis. Sinergi antara tenaga gizi dan farmasi menjadi kekuatan khas STIKes KHAS Kempek, di mana dua bidang ini saling melengkapi dalam upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.

Hasil tracer study internal menunjukkan bahwa masa tunggu kerja lulusan STIKes KHAS Kempek relatif singkat. 80% lulusan hanya membutuhkan waktu kurang dari 6 bulan untuk mendapatkan kerja yang sesuai bidangnya. Banyak alumni yang kini berkiprah sebagai ahli gizi di program Makan Bergizi Gratis, petugas gizi di puskesmas, maupun tenaga farmasi di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya. Data ini membuktikan bahwa pendidikan yang dijalankan tidak hanya relevan dengan kebutuhan nasional, tetapi juga responsif terhadap dinamika lapangan kerja. Kurikulum yang berbasis kompetensi dan praktik lapangan menjadikan mahasiswa STIKes KHAS Kempek tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan nyata di masyarakat.

Al Aqlussalim fii Jismissalim, sebagai bagian dari pesantren, kami di STIKes KHAS Kempek meyakini bahwa kesehatan bukan semata urusan tubuh, melainkan juga urusan moral dan spiritual. Menjaga kesehatan adalah bagian dari menjaga amanah Tuhan atas kehidupan. Ilmu kesehatan tanpa kesadaran spiritual akan kering, sementara kesalehan tanpa ilmu kesehatan bisa menjerumuskan pada ketidaktahuan yang berisiko. Karena itu, kami terus berkomitmen melahirkan tenaga kesehatan yang tidak hanya cakap di laboratorium dan klinik, tetapi juga berjiwa empati, berakhlak, dan berkomitmen pada nilai kemanusiaan.

Program prioritas pemerintah di bidang kesehatan membutuhkan dukungan dari lembaga pendidikan seperti STIKes KHAS Kempek. Dari pesantren tua di Cirebon ini, kami ingin menegaskan bahwa menjaga gizi ibu hamil, menyehatkan balita, hingga memastikan obat digunakan dengan bijak adalah bentuk nyata pengabdian pada bangsa. Kesehatan bagi kami bukan sekadar angka statistik, melainkan wujud syukur atas kehidupan. Maka dari itu, kami percaya bahwa gizi adalah dakwah, farmasi adalah pelayanan, dan ilmu adalah jalan pengabdian.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top